Hari itu, seluruh masyarakat kampung terguncang dengan berita yang sama. Ada seorang pria tua yang suka berdongeng kepada anak-anak kampung setiap sore hari. Ia dikenal sebagai Si Tua oleh semua orang di kampung tersebut. Si Tua memiliki usia senja, namun ia masih memiliki kecerdasan dan daya khayal yang luar biasa.
Setiap hari, Si Tua akan duduk di depan rumahnya yang terletak di tepi jalan raya utama kampung. Anak-anak yang lewat akan selalu berhenti untuk mendengarkan dongeng yang diceritakannya. Dongeng yang diceritakan Si Tua selalu penuh dengan fantasi dan imajinasi, sehingga anak-anak selalu terpukau dan tidak bisa beranjak dari tempatnya.
Selain anak-anak, bahkan orang dewasa pun terkadang ikut duduk di samping Si Tua untuk mendengarkan dongengnya. Mereka merasa terhibur dan merasa kembali ke masa kecil melalui dongeng yang diceritakan Si Tua.
Tidak hanya itu, Si Tua juga selalu membawa sesuatu yang istimewa dari setiap dongeng yang diceritakannya. Misalnya, dari dongeng tentang seekor burung elang yang pintar, Si Tua akan memberikan burung elang miniatur kepada anak-anak yang mendengarkan dongeng tersebut. Atau, dari dongeng tentang sebuah perjalanan ke planet lain, Si Tua akan memberikan kapsul kosong yang dapat diisi dengan segala keinginan anak-anak.
Karena keunikan dan keistimewaan dongeng yang diceritakan Si Tua, maka tak heran jika gegeran terjadi di seluruh masyarakat kampung. Anak-anak selalu berbondong-bondong untuk mendengarkan dongeng dari Si Tua, sementara orang dewasa pun tidak mau ketinggalan untuk mendengarkan dongeng tersebut.
Hari demi hari, kepopuleran Si Tua terus meningkat. Tak jarang, orang-orang dari kampung lain juga datang ke kampung tersebut hanya untuk mendengarkan dongeng dari Si Tua. Namun, takdir berkata lain. Suatu hari, Si Tua meninggal dunia.
Sebuah keluarga muda yang baru saja pindah ke kampung itu merasa tidak nyaman dengan cerita Si Tua yang dianggap merusak hubungan keluarga mereka. Mereka merasa bahwa cerita Si Tua terlalu menyentuh dan membuat mereka merasa tidak nyaman.
Akhirnya, si tua dibunuh oleh orang tak dikenal yang merasa tidak senang dengan cerita-cerita Si Tua. Kejadian ini membuat seluruh kampung terguncang. Siapa yang akan menjadi pendongeng selanjutnya setelah Si Tua pergi? Siapa yang akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Si Tua?
Namun, kematian Si Tua tidak sia-sia. Cerita-cerita yang diceritakannya tetap hidup dan terus dikenang oleh semua orang di kampung itu. Si Tua telah meninggalkan warisan yang tidak ternilai harganya bagi kampungnya. Dan, meskipun Si Tua sudah pergi, cerita-cerita yang diceritakannya akan terus hidup selamanya.

0 komentar:
Posting Komentar